내 마음의열쇠

Pedas Tak Selalu Sama

Sebenarnya ini cerita lama dan belum sempat dituangkan dalam tulisan. Kebanyakan dari teman-teman saya selalu bisa menebak kalau saya bersuku minang. Kalau sudah begitu, pastinya saya dapat label tambahan, orang yang kuat makan pedas.
Suatu kali saya trip seminggu ke jogja dan diajak ke rumah makan gudeg rekomendasi dari seorang teman. Sudah jadi adat sepertinya, makan gudeg ga lengkap tanpa sambal krecek.
Saya selalu beranggapan kalau makanan Jawa itu manis dan memang kebanyakan manis sih. Tapi …… itu sambal krecek, pedas banget. Saya yang sudah sangat kepedasan dan terpaksa minum air dingin walaupun biasanya menghindari minum air es, teman-teman yang lain? Mereka bilang, “Dhila bukannya orang Padang? kok ga kuat pedas? Ini mah pedasnya ga seberapa.”
weleh….rasa pedas itu relatif kah?
Sebelumnya saya pernah masak sambal dendeng. Menurut saya saat itu, dendeng buatan saya itu sama sekali tidak pedas. Eh, teman-teman tadi justru bilang kalau pedasnya lebih dari pedas rumah makan Padang.
benarkah pedas itu relatif?

Single Post Navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: