내 마음의열쇠

Mari perbaiki shaf shalat!

Banyak di antara saudara kita kaum muslimim yang masih tidak cukup peduli dengan rapat dan lurusnya shaf saat melaksanakan shalat. Padahal imam selalu mengingatkan untuk merapatkan dan meluruskan, sebelum ia memimpin shalat. Seringkali himbauan dari imam tersebut diacuhkan oleh kebanyakan jamaah shalat. Apa sebenarnya yang menyebabkan ketidakpedulian tersebut?

1. Memelihara sifat mudah menyerah – Tentu ada jamaah shalat yang masih berusaha menjadi pengingat bagi jamaah lain untuk merapatkan dan meluruskan shaf shalat. Sayangnya, ia tidak kebal dengan sifat acuh jamaah sehingga ia kemudian merasa tidak perlu mengingatkan kembali jamaah yang tidak baik shafnya itu lantaran ia berpikir ‘kewajiban saya untuk mengingatkan sudah saya penuhi’.

2. Jebakan sajadah masjid – Kita bisa menemukan masjid-masjid yang sudah mengganti sajadah gulungannya dari yang bergambar masjid, menara, atau gerbang terbingkai di empat sisinya menjadi sajadah dengan garis horizontal sebagai pembatas antar shaf. Penggunaan model sajadah yang disebut kemudian pastinya lebih utama agar tujuan rapat dan lurusnya shaf shalat tercapai. Jamaah tidak perlu lagi mempola pikirannya bahwa 1 bingkai sajadah adalah untuk 1 orang. Lebih dari itu, jamaah lebih mudah diajak untuk merapatkan shaf karena tidak ada lagi bingkai yang barangkali sebelumnya dianggap sebagai nilai estetika.

3. Si penjarang shaf : sajadah perorangan – saya tidak banyak melihat jamaah laki-laki menggunakan sajadah perorangansaat mereka shalat di masjid. Lain halnya dengan jamaah wanita yang masih menggunakan sajadah miliknya sendiri  yang biasanya dibawa dari rumah atau ambil 1 dari yang disediakan masjid. Walaupun sudah terhampar sajadah gulungan masjid, sajadah perorangan itu tetap dipakai. Hal ini haruslah menjadi bahasa evaluasi bagi pengurus masjid. Sajadah masjid harus dijaga kebersihannya. Jamaah tentu bisa membedakan wangi bersih dan yang sudah bersih tapi bau apek. Dengan demikian tidak ada lagi alasan bagi jamaah untuk menggunakan sajadahnya sendiri karena alasan sajadah masjid yang kotor, bau, dan berdebu.

Single Post Navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: