내 마음의열쇠

Mohon kembali ke tempat duduk anda

Beberapa di antara kita barangkali tidak sadar betapa pentingnya mengajarkan masyarakat kita untuk tidak menyelewengkan aturan. Berhati-hatilah pada sikap pemaaf yang ditebengi sikap acuh tak acuh. Karena gabungan 2 sikap tersebut membuat usaha pembentukan karakter manusia Indonesia yang berbudi pekerti baik akan sulit tercapai barangkali setitik keberhasilan pun sulit tampak.

Di hari kepulangan saya dari Jogja, sebagai penumpang pesawat yang tahu aturan, maka saya duduk di nomor kursi yang sesuai dengan nomor yang tertera di boarding pass. Salah satu penumpang (sebutlah Z) meminta izin pada pramugrari untuk pindah tempat duduk yang posisinya tepat di belakang saya. Sebenarnya pramugrari sudah mengatakan dengan jelas bahwa Z sebaiknya menunggu sampai pesawat lepas landas dan sudah bisa dipastikan bahwa semua penumpang yang terdaftar sudah mendapatkan tempat duduk mereka. Sayangnya Z tidak mau menunggu dan duduk di kursi yang bukan miliknya. Apa yang diperingatkan pramugari benar-benar terjadi. Datanglah 2 penumpang lain yang heran kalau kursi mereka sudah diduduki orang lain. Saat diminta untuk menunjukkan boarding pass, Z tentu saja kelabakan dan bersiap-siap untuk beranjak dari kursi duduknya. Seandainya 2 penumpang tadi peduli betapa pentingnya membuat seseorang sadar akan kesalahannya, mereka selayaknya meminta Z untuk berdiri dan duduk di nomor kursi yang sama dengan yang tertera di boarding pass Z. Sayangnya, dua penumpang itu terlalu pemaaf, sehingga mereka hanya mengatakan, “oh…gapapa…gapapa… duduk aja. gapapa kok…gapapa.”, dengan wajah yang kalau dilukiskan dengan kata-kata, “rese banget sih loe, ngambil tempat duduk orang.”

Dengan kata lain, kedua penumpang tadi sebenarnya tidak suka Z menempati kursi mereka, tapi karena sudah terlanjur kesal, mereka tidak sempat lagi berpikir untuk memberi pelajaran pada Z. Barangkali wajah kesal bisa jadi tamparan bagi Z untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama. Akan tetapi efeknya bisa jadi lain kalau Z diminta untuk kembali ke tempat duduknya, membiarkan perilaku Z yang tidak baik tampak oleh penumpang lain dan diambil hikmah dibalik itu. Pedulikah Anda, pembaca?

Single Post Navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: